Terlambat di Dimensi Kode
Pagi itu aku berlari sekencang mungkin menuju sekolah.
Jam sudah menunjukkan pukul 07.05.
Aku terlambat.
Di gerbang sekolah, aku melihat Doni dan Meymey berdiri dengan wajah panik.
"Lu juga telat?" tanya Doni.
Aku mengangguk sambil mengatur napas.
"Katanya yang telat harus ke lab komputer..." kata Meymey pelan.
Kami bertiga berjalan masuk ke lab komputer yang anehnya gelap dan sepi.
Saat aku menyalakan salah satu komputer...
Layar tiba-tiba menyala sendiri.
Tulisan merah muncul:
"SISWA TERLAMBAT TERDETEKSI."
"MEMULAI PROTOKOL DISIPLIN."
Tiba-tiba ruangan bergetar.
Layar menjadi putih.
Dan semuanya gelap.
Dimensi Kode
Aku membuka mata.
Kami berdiri di tempat seperti dunia digital.
Tanahnya berbentuk kotak-kotak pixel.
Langitnya penuh angka dan simbol kode.
Di depan kami muncul sosok tinggi berjubah hitam dengan wajah seperti glitch.
Dia tersenyum menyeramkan.
"Aku adalah Guru Killer."
"Siapa pun yang terlambat harus membuktikan kelayakannya."
"Jika gagal..."
"Kalian tidak akan kembali."
Meymey gemetar.
"Kalau berhasil?"
"Kalian bebas."
Sebuah portal muncul.
Di atasnya tertulis:
LEVEL 1 — PICTOBLOX DASAR
Level 1 – Menggerakkan Karakter
Kami masuk ke portal.
Sebuah layar besar muncul dengan karakter kucing PictoBlox.
Tulisan muncul:
SOAL:
Buat karakter bergerak maju 10 langkah sebanyak 5 kali.
Pilihan blok tersedia:
- Move 10 steps
- Repeat
- Turn 15 degrees
- Wait 1 seconds
Doni langsung mencoba.
Dia hanya memasang:
Move 10 steps
Karakter hanya bergerak sekali.
ERROR
Suara mekanik berbunyi.
Guru Killer muncul sebentar.
"GAGAL."
Portal berkedip merah.
Aku mencoba.
Aku memasang:
Repeat 5
Move 10 steps
Karakter berjalan jauh.
Layar berubah hijau.
LEVEL CLEAR
Meymey bersorak.
Level 2 – Percabangan Python
Portal berikutnya terbuka.
Tulisan muncul:
LEVEL 2 — PYTHON DASAR
Soal muncul di layar:
Jika nilai lebih dari atau sama dengan 75 tampilkan "Lulus"
Jika tidak tampilkan "Tidak Lulus"
Meymey mencoba dulu.
Dia menulis:
nilai = 80
if nilai > 75:
print("Lulus")
else:
print("Tidak Lulus")
Layar merah.
ERROR
Indentasi salah.
Guru Killer tertawa.
Doni mencoba.
nilai = 80
if nilai >= 75:
print("Tidak Lulus")
else:
print("Lulus")
Layar merah lagi.
Meymey panik.
"Kita bakal terjebak..."
Aku mencoba.
Tanganku gemetar.
Aku mengetik pelan:
nilai = 80
if nilai >= 75:
print("Lulus")
else:
print("Tidak Lulus")
Enter.
Beberapa detik terasa sangat lama.
Layar berubah hijau.
LEVEL CLEAR
Portal terbuka lagi.
Level 3 – Perulangan Python
Tulisan muncul:
LEVEL 3 — LOOP
Soal:
Tampilkan angka 1 sampai 5
Doni mencoba:
for i in range(5):
print(i)
Error lagi.
Guru Killer muncul lebih dekat.
"WAKTU KALIAN HABIS."
Tanah mulai retak.
Meymey hampir menangis.
Aku berpikir keras.
Aku ingat pelajaran kemarin.
Aku mengetik:
for i in range(1,6):
print(i)
Enter.
1
2
3
4
5
Muncul di layar.
LEVEL CLEAR
Portal terakhir muncul.
Boss Battle – Guru Killer
Guru Killer berdiri di depan kami.
"Terakhir."
"Teka-teki utama."
Layar muncul:
FINAL SOAL
Buat program yang meminta nama lalu menampilkan:
"Selamat datang [nama]"
Doni mencoba.
nama = input
print("Selamat datang nama")
Gagal.
Meymey mencoba.
input("nama")
print("Selamat datang")
Gagal.
Guru Killer tertawa.
Portal mulai hancur.
"Ini akhir kalian."
Aku menarik napas.
Aku mencoba lagi.
Tanganku gemetar.
nama = input("Masukkan nama: ")
print("Selamat datang", nama)
Enter.
Layar diam.
Lama sekali.
Aku pikir kami gagal.
Tiba-tiba muncul tulisan:
PROGRAM BERHASIL
Guru Killer retak seperti kaca.
"TIDAK MUNGKIN..."
Dia hancur menjadi pixel.
Portal putih muncul.
Kembali ke Dunia Nyata
Kami jatuh ke lantai lab komputer.
Jam menunjukkan:
06.59
Bel belum berbunyi.
Doni menatapku.
"Kita... balik?"
Meymey melihat layar komputer.
Tulisan kecil muncul:
"Jangan terlambat lagi."
Komputer mati sendiri.
Kami bertiga saling menatap.
Lalu langsung lari ke kelas.
Sejak hari itu...
Kami tidak pernah terlambat lagi.
Dan setiap melihat lab komputer...
Aku selalu merasa
Guru Killer masih mengawasi.
Pesan Untuk Murid 🎮
Jangan pernah terlambat 👾